SITI NURHALIZA – ODA BUMI ANBIA

(Prologue)
Izinkanlah aku bercerita
Sebuah kisah yang telah engkau tahu
Dari kaca TV dan di dada-dada akhbar
Kau sendiri melihat dan mendengarinya, bukan?
Penginayaan satu bangsa terhadap satu bangsa yang lain
Beginilah apabila kemanusiaan di penghujung kewarasan

Merengkok tubuh mungil
Diatas pasir berbumbung langit
Entah apalah dosanya
Rebah dihinggap peluru yang tak bermata

Berkawat lasykar angkuh
Dibalik jentera perisainya
Berselendangkan senjata
Tiada belas nuraga nun dihatinya

c/o
Dunia bagai pejamkan mata
Serta terpasung tangannya
Tidak mampu berbuat apa
Sedangkan mungkar beraja … oh
(ohh mengapa? …. ohhh)

(Monologue)
Netzarim, Khan Yunis, Gaza, Jenin, Nablus dan sepanjang tebing barat
Hari demi hari
Lasykar angkuh ini terus mengganas mencari mangsanya
Kanak-kanak atau orang tua
Tidak mengapa
Pada mereka sama sahaja!!!

Mengalir darah merah
Di atas bumi suci Anbia
Laungan Intifada
Bergema membakar
Semangat perjuangan

Solo dan ulang c/o

(Epilogue)
Sampai bila…?
Sampai bilakah penindasan dan
kekejaman ini akan berterusan?
Sampai bilakah bumi Anbia ini akan terus
menyaksikan pertumpahan darah?
Sampai bila rakyatnya harus terus
terkapai-kapai mencari keadilan dan kebebasan?

Aku sendiri menanti jawabnya…





Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • gadgeTTechs - Read the latest technology news about gadgets, laptop computers, hardware, software, digital camera, video games, including new product releases, and future technology trends.
  • RSS Terbaru

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: