Archive for the 'Kahlil Gibran' Category
kata yang paling indahdi bibir manusia adalah ‘ibu’
dan panggilan paling indah adalah ‘ibuku’
ibu merupakan kata yang penuh harapan dan cinta
sebuah kata manis yang datang dari hati yang terdalam
ibu adalah segalanya. dia penghibur dalam kesempitan,
harapan dalam kesengsaraan dan kekuatan dalam kelemahan
dia adalah sumber cinta, keramahan, simpati, dan maaf
orang yang kehilangan ibunya, pasti kehilangan jiwa murninya
yang membimbingnya [...]
sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi,
dialah ladang hati yang dengan kasih kau taburi
dan kau pungut buahnya penuh rasa terima kasih
kau menghampirinya dikala hati gersang kelaparan
dan mencarinya dikala jiwa membutuhkan kedamaian
janganlah ada tujuan lain dari persahabatan
kecuali saling memperkaya jiwa
pendidikan tidak menaburkan benih kepada anda,
melainkan menumbuhkan benih yang ada dalam diri anda
kita tidak perlu malu
terhadap ketidaksempurnaan,
jika tidak kita akan menjadi manusia
yang dipermalukan.
kalau memang engkau mencintaiku dan mengasihiku,
biarkan aku hidup denganmu. aku akan hidup bersamamu
dalam suka maupun duka dalam kehidupanmu. aku akan
membantumu disaat kau membutuhkanku. dimana dan
kapan saja dan akan kujaga kehormatanmu sebagai
seorang wanita. aku akan menjadi seorang suami
yang menyuruh pada perbuatan baik.
‘ya haMeed terkasih, kita tahu
tanpa tahu bahwa kita tahu, dan kita hidup
sesuai dengan sesuatu di kedalaman diri kita
yang secara lahiriyah tidak kita pahami
sesuatu yang nyata dalam diri kita adalah
di kehadiran semua yang nyata diluar kita’
yakni Cinta.
tidak ada yang lebih indah dan segar
dari kasih sayang yang tersembunyi
di hati seorang gadis, di saat sadar tapi lengah
setiap bilik-bilik dadanya dipenuhi simponi
yang berkekuatan sihir, membuat perjalanan hari-harinya
bagaikan mimpi-mimpi seorang penyair dan malam-malamnya
bagaikan malam para raja.
diantara sekian banyak rahasia-rahasia alam
tidak ada rahasia yang lebih kuat dan lebih indah
dari hasrat yang merubah sikap diam jiwa yang [...]
tangan manusia telah mendorongku pada kehinaan,
dan tangan manusia pulalah yang menyelamatkanku,
betapa kerasnya manusia dan betapa banyak kasih sayangnya ia
jiwaku terasa bangkit, karena
sentuhan kasih dan kelembutan
seorang perempuan, seperti
sekuntum bunga yang tumbuh
ditengah lembah. ia menjadi mekar
ketika titik-titik embun pagi hari
mengelusnya
kita hidup bersama satu dan yang lainnya
menurut hukum, kuno, dan bebas waktu.
marilah kita hidup dalam kebaikan
dan saling mencintai
kita saling mencari dalam kesendirian,
dan kita melewati jalan manakala kita
tidak memiliki perapian untuk duduk didekatnya
wahai teman-teman dan saudara-saudaraku,
jalan yang lebih luas adalah ketika kita
berjalan bersama banyak orang yang kita kenal

























